Custom Search

EventListQ Calendar module

<<  March 2010  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
  1  2  3  4  5  6  7
  8  91011121314
15161718192021
22232425262728
293031    




Links :
a b c
d e f
g h i
     
Designed by:
SiteGround web hosting root
About Dekase! PDF Print E-mail
Written by dekase   
Monday, 11 August 2008 07:42

Dewan kesenian semarang adalah sebuah lembaga yang bertugas sebagai mediator antara seniman dan birokrasi. Dalam tugasnya dibagi menjadi 12 komite yaitu: 1. Komite Pewayangan & Pewara,2. Komite Tari Tradisional,3. Komite Tari Modern, 4. Komite Teater tradisi, 5. Komite Teater Modern, 6. Komite Musik Tradisional, 7. Komite Musik Modern, 8. Komite Sastra, 9. Komite Lawak, 10. Komite Seni Rupa, 11. Komite Sinema, 12. Komite Fotografi.

Sejarah pendirian Dewan Kesenian Semarang tidak lepas dari kebijakan pemerintah melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri. Pada masa itu Menteri Rudini memandang bahwa seniman menjadi warga Negara yang potensial menggerakkan massa, dan karena itu harus bisa dilembagakan agar mudah dikontrol oleh pemerintah. Kebijakan ini tidak lepas dari model represi pemerintah yang banyak dilakukan pada masa Orde Baru. Melalui penciptaan ketergantungan anggaran dewan kesenian semacam ini terhadap anggaran pemerintah, seniman dapat dirangkul untuk ikut membawa dan mendukung kebijakan pemerintah yang pada saat itu masih sangat top down/sentralistik. Sayangnya, banyak daerah yang tidak menganggap potensi ini, sehingga beberapa daerah membiarkan keinginan tersebut.

Pimpinan Dewan Kesenian Semarang dari tahun 1997 sampai saat ini adalah:

  • (1997 – 2000) Prof.Dr. Retmono
  • (2000 – 2003) Agus Maladi Irianto
  • (2003 – 2006) Ipong Wiryatno
  • (2006 – 2008) Marco Marnadi, S.H
  • (2008 – 2012) Marco Marnadi, S.H
Untuk informasi kepengurusan lebih lanjut buka halaman Pengurus di sisi kiri (sidebar).
Last Updated on Sunday, 28 December 2008 12:45
 
valid xhtml valid css