| TUTI SANG PRIMADONA (teater pas jakarta) |
|
|
|
| Written by editor |
| Tuesday, 24 February 2009 12:42 |
|
Tuti, Tuti aku tuti Sepi Merintih temui diri Tuti, Tuti aku tuti Benci dengarkan suara hati Sepenggal dialog akan ditemui pada pementasan teater Pas Jakarta yang kali ini mempunyai program keliling antara lain ke Semarang, Selasa, 24/2/2009 di gedung Kesenian Taman Budaya Raden Saleh jam 19.00wib, Jepara, 28/2/2009 dan Kudus, 2/3/2009. Sekilas teater pas teater pas berdiri di Jakarta tahun 1981 bulan September dan tergagas bersama kegelisahan untuk sekedar ikut meramaikan dunia perteateran sat itu, tapi seperti yang sudah-sudah Teater Pas juga mengalami hal yang sama dengan teater-teater umumnya pada masa itu: pasang surut pemain. Tahun 1992 adalah tahun kepastian bagi teater Pas untuk menyikapi teater sebagai dunia pilihan yang tidak lagi terbantahkan. Teater Pas mulai mengambil keputusan untuk belajar, selanjutnya direalisasikan pada karya. Maka berlanjutlah proses kreatif di TeaterPas dengan beberapa garapan yang bisa dicatat adalah : Penyangga Lilin Perak karya Viktor Hugo, Bi-Su (1992) karya A.G. Sakti, Orang-Orang Berpalu(1993-1994), CompangCamping(1994-1995), Nyanyian Angsa karya Anton Chekov(1995-2005), Diantara Suara-suara(1996-1997), Nomer Nol, Di Tengah Kota Duadu, Hampaku Pahamku, Dramatisasi Puisi, Masyarakatku, Budi Kenapa Kamu(2003), Ambang(2005). |
| Last Updated on Wednesday, 23 December 2009 14:52 |



