Custom Search

Login Form



EventListQ Calendar module

<<  April 2010  >>
 Mo  Tu  We  Th  Fr  Sa  Su 
     1  2  3  4
  5  6  7  8  91011
12131415161718
19202122232425
2627282930  




Links :
a b c
d e f
g h i
     
Designed by:
SiteGround web hosting root
Dewan Kesenian Kota Semarang
Biografi Teguh Pelawak Hoki PDF Print E-mail
Written by Alfi Sastra indonesia UNDIP'06 (Magang DEKASE)   
Wednesday, 28 April 2010 19:15

BIOGRAFI TEGUH PELAWAK HOKI

Sumarsono Teguh Waluyo Adi atau yang akrab dipanggil Teguh HOKI ini lahir di Semarang, 27 Maret 1966. ia mengenyam pendidikan di SD Kanisius Semarang, SMP Purnama 2 Semarang, dan STM 4 Semarang.

Teguh mulai terjun di dunia seni lawak sejak masih duduk di bangku SMP. Ia menggeluti seni lawak karena memang ingin mencari pekerjaan untuk membantu kehidupan orang tuanya yang sangat sulit pada saat itu. Dulu ia sangat mengidolakan Pak Basio dan Pak Jony Gudel. Kemudian ia mencoba ikut melawak di berbagai acara di sekitar Semarang. Kemudian saat ia duduk di bangku STM kelas I, ia mulai diajak bermain oleh orang-orang Srimulat Semarang, seperti Nunung, Polo (Gombloh), dan Gogon (Margono).

Di Srimulat, Teguh belajar dari pengalaman para pelawak senior, seperti Kirun dan Septian Dwi Cahyo (pemain pantomim). Ia belajar mengenai olah tubuh, olah vokal, dan pematangan materi agar lawakan yang dipentaskan tidak monoton.

Teguh juga mendirikan grup lawak yang diberi nama “SEMAR GRUP” bersama Yayak dan Jalu di Semarang. Kemudian hijrah ke Jakarta, namun karena tidak betah, maka ia memutuskan untuk pulang ke Semarang. Setelah itu, Teguh diajak Jamal dan Jamil mengikuti lomba API (Akademi Pelawak Indonesia) di TPI tahun 2005 dan mendirikan grup lawak bernama “HOKI”. Dalam program acara ini, semua pelawak yang lulus audisi dikarantina dan digodok agar bisa menjadi pelawak yang profesional. Pada akhirnya grup HOKI ini masuk ke dalam perangkat 5 besar. Dari situ kemudian banyak tawaran manggung / pentas, tidak hanya di Semarang tetapi juga di kota-kota besar lain di Pulau Jawa dan bahkan sampai ke Lampung. Dulu anggota HOKI sering kumpul-kumpul dan berlatih di Jalan Pekunden Tengah 139 Semarang. Namun kini HOKI sudah bubar karena para personilnya sudah menyebar dan sibuk dengan urusan masing-masing.

Setelah HOKI bubar, Teguh ikut bermain di film Ranjang-Ranjang Asmara. Sekarang Teguh melawak dengan Sarju dengan memakai nama Neo Hoki yang merupakan evolusi dari grup sebelumnya, HOKI. Ia juga muncul di iklan layanan masyarakat tentang arti pentingnya perpustakaan yang disiarkan di stasiun TV swasta Semarang. Teguh memainkan berbagai macam karakter, tapi banyak yang bilang gaya lawakannya mirip Pak Basuki, tapi karakter suaranya mirip Kirun. Para pelawak senior memberinya julukan cemeng.

Selain jadi pelawak, Teguh kini juga menjadi guru teater di SMP Theresiana, SMK Analisis Kesehatan Theresiana, dan juga SMA YSKI.

 

Contact Pesron Teguh HOKI

Alamat Rumah      :  Puri Sartika 118 A Semarang

Nomor HP             :  081325776426

Last Updated on Monday, 02 August 2010 16:29
 
Malam Rebo Legen Paramesthi PDF Print E-mail
Written by dekase   
Monday, 11 January 2010 19:48

PhotobucketAcara rutin setiap malam rebo legen yang diisi oleh sanggar Paramesthi pada tanggal 12 januari 2010 pukul 19.30 diadakan di joglo komplek TBRS,jl.Sriwijaya no.29 Smg.

Acara:

- Bedah 9 buku cerita anak karya Mbah Bangun Carita,oleh Sendang Mulyana.

- Geguritan, macapat, tembang dolanan, pembacaan buku cerita "Gawe dolanan,yo!" oleh Babahe

Last Updated on Monday, 11 January 2010 20:00
 
Warung Keroncong Maret 2009 PDF Print E-mail
Written by dekase   
Tuesday, 14 April 2009 11:58
warung keroncongWarung Keroncong Maret 2009
Last Updated on Tuesday, 14 April 2009 12:11
 
Mengangkat Pamor Gambang Semarang PDF Print E-mail
Written by dekase   
Wednesday, 23 December 2009 14:01

Kesenian gambang semarang adalah salah satu kesenian di Indonesia yang mulai luntur dan terlupakan. Kerja sama antar lembaga perlu untuk mengangkat kembali ikon budaya Kota Semarang itu. Kerja sama tersebut melibatkan seniman dan pemerintah yang menyediakan wadah pertunjukan. Kesenian ini merupakan perpaduan antara tari dengan diiringi alat musik dari bilah-bilah kayu dan gamelan jawa yang biasa disebut “Gambang” . Muncul pada event-event tertentu : Festival Dugderan, Festifal Jajan Pasar. Gambang Semarang telah ada sejak tahun 1930 dengan bentuk paguyuban yang anggotanya terdiri dari pribumi dan peranakan Cina dengan mengambil tempat pertunjukan di gedung Pertemuan Bian Hian Tiong di Gang Pinggir. Jenis alat musik yang dipakai adalah kendang, bonang, kempul, gong, suling, kecrek, gambang serta alat musik gesek (konghayan/tohyan/biola). Disamping musik ada penari dan penyanyi/vokalis.

"Pemerintah siap memberikan wadah pertunjukkan, tetapi kami menunggu kesiapan para seniman," kata Ketua Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Agung Prijo Oetomo dalam Sarasehan Kesenian Gambang Semarang di Kampung Wisata Taman Lele Semarang, Minggu (29/3). Pembicara dalam sarasehan itu adalah budayawan AL Agus Supriyanto, pengajar tari Institut Seni Indonesia Surakarta S Pamardi, dan Gunawan Budi Susanto dari Suara Merdeka. Pertunjukan gambang semarang turut mengisi acara yang diadakan Disbudpar Kota Semarang dan Tim Kesenian Kota Semarang itu.

Menurut Agung, perlu kerja sama antara pemerintah, sekolah, seniman, dan tempat pariwisata atau hotel. Disbudpar berencana menggelar pertunjukan gambang semarang atau kesenian tradisional lain pada waktu tertentu di hotel berbintang.

Last Updated on Thursday, 11 March 2010 15:41
Read more...
 
Rebo legen PDF Print E-mail
Written by editor   
Monday, 06 April 2009 08:13
Malam rebo legen , Selasa 7 april 2009.pukul 19.30 wib. bertempat di jl. kerapu timur kampung sodongan kelurahan kuningan semarang utara.Tema "tepa Slira" pembicara Tan Markaban dan Sura, moderator Joni. Kegiatan macapat,gurit,tari,musik anak-anak kuningan.
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4
valid xhtml valid css