|
Written by dekase
|
|
Wednesday, 20 August 2008 17:11 |
Berdiri Pada tahun 1995 dengan nama sanggar tari Paramesthi di Jl.Kelud Raya 2 Komplek Unnes Kelud. Pada tahun 1997 berubah menjadi Sanggar Seni Paramesthi hingga kini. Berbagai kegiatan telah dilakukan baik kegiatan sanggar sendiri maupun bekerjasama dengan pihak-pihak lain. Nama-nama yang pernah memimpin Sanggar Seni paramesthi: Al. Agus Supriyanto, Trontong Sadewa, Daniel Hakiki. |
|
Last Updated on Sunday, 28 December 2008 11:45 |
|
|
Mengapa Membuat Kritik Seni Rupa |
|
|
|
|
Written by dekase
|
|
Monday, 08 December 2008 07:00 |
|
Sudah begitu banyak pengertian mendasar tentang kritik, atau yang khusus tentang kritik seni rupa, yang beredar dalam ruang-ruang pewacanaan kita. Dalam buku Criticizing Art, Understanding Contemporary (1994) sebagai misal, Terry Michael Barret dengan cukup komplit membuat bunga rampai dari sekian banyak pengamat dan kritikus dengan definisi, fungsi, target, manfaat, dan lainnya dari keberadaan kritik seni.
Misalnya Arthur Danto yang bersepakat dengan pemikiran Baudelaire bahwa sebuah kritik haruslah “berpihak, berhasrat dan bersifat politis”. Danto menekankan bahwa kritik seni “janganlah berbicara tentang pokok soal atau membincangkan kehidupan si seniman; jangan menggunakan bahasa yang impresionistik atau menjelaskan bagaimana sebuah karya dapat “menyentuh kalbu”; (tapi) berikan pertimbangan tentang detil fisik karya; lupakan penghakiman atas kualitas dan sejarah estetik yang penting. Dia cenderung menyukai untuk membincangkan sesuatu hal yang melingkungi karya itu sendiri. |
|
Last Updated on Saturday, 03 January 2009 11:21 |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
|
Page 4 of 4 |